Saya juga tak
menyesali apa yang telah terjadi setahun yang lalu bersama seseorang yang saya
cintai saat itu.
Kadang saya
tertawa ketika benar – benar beranggapan bahwa ia adalah yang saya cintai
sementara ketika saya bertemu dengan yang lain saya masih bisa untuk mengagumi
orang lain...
Ketika mata
bertemu, jantung ini seakan – akan ingin keluar dari tempatnya..
Tatapannya bukan
tatapan yang tajam, melainkan sangat lembut, senyum kecil di bibirnya membuat
udara dingin di kota ini menjadikan semua yang ada saat itu membeku
seketika, jam tangan tak bergerak, air di kolam tak beriak, tak ada suara
siapapun, hanya 1 yang bergerak detak jantung ini.
Kami
berbeda... bahkan sangat berbeda ...
Al-Quran
mengatakan “Bagimu agamamu, bagiku agamaku”. Itu bukan masalah ketika tatapan
setahun yang lalu terjadi...
Tetapi sekarang
hal itu mulai menjadi msalah ketika kami tak sengaja bertemu . . .
Kami mulai
bertukar nomor dan hubungan yang hangat yang mampu mencairkan setiap balok es,
bahkan hubungan yang hangat yang mampu mencairkan kebekuan setahun yang lalu .
. .
Kini, ketika
melihatnya jantung ini masih berdetak namun dalam arti yang berbeda . .
Mungkinkah
akan saya lanjutkan ataukah harus saya hentikan...?
Haruskan saya
katakn padanya “call me a stranger, because i’m danger”...?
Semua mimpi
dan hayalan yang menjadi kenyataan apakah dapat diakhiri dengan mudah...?
I'm
confident but i can't pretend i wasn't
terrified...
yaaa,, saya
yakin bahwa kami hanya akan berteman tapi saya takut jika pada akhirnya saya
akan mencintai teman saya itu.. BL.
.jpg)