Sabtu, 16 April 2016

HANYA RINGKASAN SEBUAH REFLEKSI

Disaat hari-hari mulai terasa membosankan, sebuah tulisan Philip Yancey, tentang suatu misteri “Jika Kabar Baik itu benar, mengapa orang tidak suka mendengarnya?” membuat saya kemudian berpikir bahwa, saya juga harus merubah diri.. Bagaimana dengan yang lainnya??
Benar-benar suatu misteri! Semua orang tahu bahwa UANG adalah hal yang menguntungkan, dicari dengan susah payah tapi mengapa mereka tidak pernah lelah dan selalu suka dengan uang. Ada apa dengan Kabar Baik sehingga orang tidak suka dan bahkan bosan untuk mendengarnya?
Philip Yancey mencatat bahwa hal yang paling mempengaruhi tentang kabar baik adalah si pewarta dari Kabar Baik itu. Siapa yang disebut pewarta?? Semua mereka yang menyebut diri mereka Kristen. Taukah kita apa yang orang lain pikirkan tentang seorang Kristen? Orang Kristen merupakan ancaman besar bagi mereka yang menganggap dirinya agnostik, para pewarta bagaikan “polisi moral” yang bertekad memaksakan gagasan mereka tentang perilaku benar pada orang lain. Rasul paulus mengatakan bahwa “Bau Kristus” bisa mendatangkan efek berbeda, tergantung pada hidungnya: bagi satu orang kami (orang Kristen) adalah bau kematian dan bagi orang lain kami adalah bau kehidupan.
Ingin tahu seperti apa bau kematian yang dibawa oleh orang Kristen???
Seorang pelanggan di kafe Starbucks mengtakan bahwa “ketika orang Kristen bicara padamu, mereka melakukannya seolah kau robot”. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Para penginjil yang bicara tentang dosa seperti mencari-cari kesalahan dan mengancam. Apa hak mereka untuk menghakimi perilaku saya, apalagi banyak dari mereka yang hidupnya berantakan?”

Bagian yang pertama dari tulisan ini sampai disini. Apa jawab kita, ketika pewartaan yang kita lakukan diwartakan juga pada kita? Mengapa engkau dengan mudahnya menghakimi seseorang sementara kehidupanmu juga ada dalam penghakiman?