Disaat hari-hari
mulai terasa membosankan, sebuah tulisan Philip Yancey, tentang suatu misteri “Jika
Kabar Baik itu benar, mengapa orang tidak suka mendengarnya?” membuat saya
kemudian berpikir bahwa, saya juga harus merubah diri.. Bagaimana dengan yang
lainnya??
Benar-benar suatu misteri! Semua orang
tahu bahwa UANG adalah hal yang menguntungkan, dicari dengan susah payah tapi
mengapa mereka tidak pernah lelah dan selalu suka dengan uang. Ada apa dengan
Kabar Baik sehingga orang tidak suka dan bahkan bosan untuk mendengarnya?
Philip Yancey mencatat bahwa hal
yang paling mempengaruhi tentang kabar baik adalah si pewarta dari Kabar Baik
itu. Siapa yang disebut pewarta?? Semua mereka yang menyebut diri mereka
Kristen. Taukah kita apa yang orang lain pikirkan tentang seorang Kristen? Orang
Kristen merupakan ancaman besar bagi mereka yang menganggap dirinya agnostik,
para pewarta bagaikan “polisi moral” yang bertekad memaksakan gagasan mereka
tentang perilaku benar pada orang lain. Rasul paulus mengatakan bahwa “Bau
Kristus” bisa mendatangkan efek berbeda, tergantung pada hidungnya: bagi satu
orang kami (orang Kristen) adalah bau kematian dan bagi orang lain kami adalah
bau kehidupan.
Ingin tahu seperti apa bau
kematian yang dibawa oleh orang Kristen???
Seorang pelanggan di kafe
Starbucks mengtakan bahwa “ketika orang Kristen bicara padamu, mereka
melakukannya seolah kau robot”. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Para
penginjil yang bicara tentang dosa seperti mencari-cari kesalahan dan
mengancam. Apa hak mereka untuk menghakimi perilaku saya, apalagi banyak dari
mereka yang hidupnya berantakan?”
Bagian yang pertama dari tulisan ini
sampai disini. Apa jawab kita, ketika pewartaan yang kita lakukan diwartakan
juga pada kita? Mengapa engkau dengan mudahnya menghakimi seseorang sementara
kehidupanmu juga ada dalam penghakiman?