Senin, 31 Oktober 2016

Salibkan Dia! Jadi Berkat dan Keberuntungan Barabas...

Jumat Legi, Oktober 2016

Keberuntungan adalah sesuatu yang diberikan oleh “alam semesta”, sedangkan Berkat adalah sesuatu yang diberikan oleh “Pencipta alam semesta”.
          
 Ini adalah sebuah kisah yang terdapat dalam injil sinoptik dan kisah tuturan dari seorang murid yang dikasihi Yesus. Di sana mereka menuliskan...

Pada pagi itu, ohhh.. lebih tepatnya hari itu masih subuh. Mereka yang membenci Yesus telah membawaNya ke sana kemari, mulai dari Pengadilan, pergi kepada Herodes dan kini mereka kembali lagi kepada pengadilan, di sana mereka bertemu dengan Wali Negeri. Mereka menyebut wali negeri itu Pontius Pilatus. Ia dikenal dengan nama Pilatus, namanya ini ingin menunjukkan bahwa leluhurnya adalah militer. Sebagai seorang wali negeri, ia memiliki kuasa penuh atas hidup mati seseorang.
Saat itu wajahnya sudah terlihat lelah.. Pilatus bukan lelah dengan persoalan ini, ia lelah terhadap apa sebenarnya yang diingini oleh orang Yahudi? Pilatus tidak menemukan apa kesalahan yang dilakukan oleh Yesus.
Pilatus adalah seorang yang lemah dan ragu-ragu, tapi hari itu ia maju dengan tegas ke depan orang banyak dan berkata “Kamu membawa orang ini kepadaku. Aku telah memeriksanya dan tidak menemukan kesalahan apapun atasNya. Herodes pun, tidak menemukan kesalahan apapun padaNya sehingga Ia pantas dijatuhi hukuman mati”. Imam-imam kepada telah mengatur semuanya dengan baik, anasir jahat dari tempat-tempat di Yerusalem dikumpulkan, mereka mulai berteriak untuk menakut-nakuti Pilatus.
Ahaaa.. Pilatus teringat... Ada satu kebiasaan yang dilakukan ketika hari raya paskah, yakni membebaskan seorang penjahat. Pada saat itu Pilatus mengajukan penawaran bagi orang banyak, untuk memilih membebaskan Yesus atau Barabas! Saat inilah yang menjadi saat di mana alam semesta memberikan keberuntungan bagi Barabas.
Siapa Barabas?
Injil sinoptik dan seorang murid yang dikasihi Yesus menggambarkan Barabas sebagai seseorang dengan deskripsi negatif. Ia disebut-sebut sebagai seorang yang terkenal karena kejahatannya, ia seorang yang terlibat dalam pemberontakan politik disertai pembunuhan (mungkin dia ikut-ikutan dalam pemberontakan yang terjadi pada upacara Pondok Daun), ada juga yang mengatakan ia seorang penyamun. Catatan kriminal terbaru yang dilakukannya sehingga ia ditahan dan dijebloskan ke dalam penjara adalah ketika ia beraksi melakukan pemberontakan dalam kota.
Setelah melontarkan pilihan kepada orang banyak, waktu dan kesempatan menyumbangkan suara mereka untuk keberuntungan Barabas. Pilatus mendapat sebuah surat dari istrinya “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam”. Ternyata pada malam sebelumnya, ketika Pilatus menuruh sepasukan prajurit membantu imam-imam kepala untuk menangkap Yesus, rupanya Pilatus telah membicarakan soal ini dengan istrinya. Sementara Pilatus membaca surat tersebut, imam-imam kepala telah berhasil menghasut orang banyak “Mintalah supaya Barabas yang dibebaskan, jangan Yesus”. Diantara mereka juga ada ‘anggota-anggota gerakan kemerdekaan’ yang dahulu mengharapkan banyak dari Yesus. Alam semesta membawa mereka kemari dengan tujuan untuk mendukung keberuntungan Barabas. Lihatlah mereka mudah dihasut oleh imam-imam kepala “Tidak ada harapan kita dapat bahagia dari Yesus ini. Bukankah terang-terangan ia telah menganjurkan untuk membayar pajak kepada Kaisar Roma? Bukankah Dia menyerah saja kepada tentara Romawi? Sedikitpun ia tidak berkuasa untuk melepaskan diri dari orang-orang yang menangkap Dia. Mesias apa itu? Orang yang demikiankah yang akan melepaskan diri dari bangsa asing? Barabas dengan berani menghunus pedang didepan musuhnya. Kalau dibandingkan dengan dia, Yesus adalah seorang pengecut yang tidak berani bertindak.”

Pilatus berteriak sekali lagi dengan tawarannya “siapakah yang kamu pilih?”  jawaban yang terdengar “Barabas”, “Apakah yang harus kuperbuat kepada Yesus?”, jawab mereka lagi “SALIBKAN DIA..”, “Tetapi apa kesalahannya?”, mereka hanya mengulangi “SALIBKAN DIA”.
Pilatus mengajukan pilihan antara Barabas dan Yesus, sangkanya orang banyak akan memilih Yesus, seseorang yang derajatnya jauh lebih tinggi dari Barabas. Namun pemikirannya meleset. Keberuntungan ada pada Barabas. Alam semesta mendukungnya.
Bagaimana mungkin seorang dengan catatan kriminal sebanyak ini bisa menjadi pilihan orang Yahudi untuk dibebaskan? Inilah yang disebutkan sebagai keberuntungan seorang Barabas. Alam semesta mendukungnya.
Yesus telah bertahun-tahun berbuat baik kepada bangsa itu, siang dan malam, musim demi musim, penyakit demi penyakit. Tetapi sekarang mereka membuangNya seperti barang yang tidak berharga. Rupanya mereka hanya mengikut Dia saja, tanpa mengasihiNya. Itulah kerasnya alam semesta.

Kini kita tahu, keberuntungan itu buta. Ia tidak melihat bahwa sosok yang dipilihnya  memiliki watak yang baik atau buruk. Mungkinkah sekarang kita berpikir bahwa berkat itu juga buta? Karena berkat datang kepada siapa saja. Sama seperti hujan dan matahari yang Allah berikan pada si baik dan si jahat. Tetapi perlu untuk diingat bahwa berkat dari Allah tidak membuat orang lain merasa dirugikan, berkat dari Allah tidak membuat orang lain merasa tidak dihargai, berkat dari Allah tidak membuat orang lain merasakan ketidakadilan. Mungkin berkat dan keberuntungan sama-sama buta tetapi berkat memiliki hati.

Hari itu... Alam semesta benar-benar mendukung Barabas, tidak berhenti pada keberuntungan. Allah, Sang Pencipta alam semesta juga turut memberikan suaraNya bagi Barabas, jika tidak... Bagaimanakah kamu dan saya menjadi orang yang diberkati dengan berkat keselamatan dari Allah melalui Putra Tunggal-Nya..??
Jika Barabas masih ada saat ini, saya ingin sekali pergi mengunjunginya dan mengatakan “Selamat Yesus Barabas, anak laki-laki dari Aba, kamu mendapatkan double jackpot.. Allah juga memberikan berkat keselamatan padamu setelah kamu ditukar dengan Putra Tunggal-Nya”. [s]

Hanya sebuah refleksi sederhana mengenai berkat & keberuntungan...
Terimakasih untuk “kamu” yang selalu mengusik saya dengan pertanyaanmu...

Merindumu...