Senin, 18 April 2016

JADIKAN AKU TEMANMU, TEMAN PALING KAU CINTA

Hujan rintik-rintik sore ini membuat Meydi tetap di kasurnya, malas untuk beranjak ataupun keluar untuk mandi. Speakernya hanya memutar ulang lagu yang sama dari tadi...
Sumpah tak ada lagi kesempatan ku untuk bisa bersamammu
Kini ku tau bagaimana caraku untuk dapat t’rus denganmu
Bawalah pergi cintaku ajak kemana kau mau
Jadikan temanmu, teman paling kau cinta
Disini kupun begitu t’rus cintaimu dihidupku
Didalam hatiku sampai waktu yang pertemukan kita nanti

Meydi sadar bahwa kesalahan yang sama kembali dia ulangi lagi, bukan sekali dua kali tetapi sudah jadi kebiasaannya. Mencintai sahabatnya sendiri. Entah kapan ia akan berubah, sampai kapan ia akan dengan mudahnya mencintai...
Hanya bisa menatap langit-langit kamar yang bergantungan angsa origaminya, Meydi tersadar bahwa dari semua yang terjadi saat ini, hanya ada 2 hal yang dia rasakan ketika ada cinta yang tumbuh dari persahabatan yaitu cinta yang membawa perasaan cemburu dan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ketika dua hal ini terjadi ia kemudian bertekad untuk tidak lagi mengulang hal yang sama, sekalipun sudah pindah kota berkali-kali, tetap saja ia menemukan kisah yang sama di tiap kota yang dia tinggali.
Apakah ini salah satu cara untuk mencintai? Sekalipun rasa sakit yang sebelumnya belum hilang, Meydi terlalu berani untuk memulai rasa sakit yang baru lagi...
          Mungkin Meydi terlalu bodoh, rasa cintanya pada hujan membuatnya ingin seperti hujan, mungkin seperti hujan sore itu... Romantis...
Dia selalu mau kembali, meski tahu rasanya jatuh berkali-kali...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar